Silsilah, Perjalanan Hidup dan Riwayat Sunan Gresik atau Asy-Syaikh Maulana Malik Ibrahim

Agama95 Dilihat
Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M/882 H) adalah nama salah seorang Walisongo, yang dianggap yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Ia dimakamkan di desa Gapurosukolilo, Gresik.

Sunan Gresik menyebarkan Islam di Gresik, Jawa Timur. Beliau berdakwah dengan cara pergaulan di masyarakat. Sunan Gresik mengajarkan cara bercocok tanam ke masyarakat. Selain itu, Sunan Gresik juga mendirikan pondok pesantren dan masjid sebagai tempat untuk mengajarkan agama Islam.

Biodata

Lahir Cham, Kamboja

Meninggal 1419, Gresik, Majapahit

Agama Islam

Pasangan

  • Siti Fathimah
  • Siti Maryam
  • Wan Jamilah

Anak

  • Maulana Moqfaroh
  • Syarifah Sarah
  • Abdullah
  • Ibrahim
  • Abdul Ghofur
  • Ahmad
  • Abbas
  • Yusuf


Orang tua

Barakat Zainal Alam (ayah)

Dikenal sebagai Wali Sanga

Silsilah

Nasab atau Silsilah Maulana Malik Ibrahim bersumber dari catatan dari As-Sayyid Bahruddin Ba’alawi Al-Husaini yang kumpulan catatannya kemudian dibukukan dalam Ensiklopedi Nasab Ahlul Bait yang terdiri dari beberapa volume.

Dalam catatan itu tertulis:

– As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin

– As-Sayyid Barakat Zainal Alam bin

– As-Sayyid Husain Jamaluddin bin

– As-Sayyid Ahmad Jalaluddin bin

– As-Sayyid Abdullah bin

– As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin

– As-Sayyid Alwi Ammil Faqih bin

– As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin

– As-Sayyid Ali Khali’ Qasam bin

– As-Sayyid Alwi bin

– As-Sayyid Muhammad bin

– As-Sayyid Alwi bin

– As-Sayyid Ubaidillah bin

– Al-Imam Ahmad Al-Muhajir bin

– Al-Imam Isa Ar-Rumi bin

– Al-Imam Muhammad An-Naqib bin

– Al-Imam Ali Al-Uraidhi bin

– Al-Imam Ja’far Shadiq bin

– Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin

– Al-Imam Ali Zainal Abidin bin

– Al-Imam Al-Husain bin

– Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib, binti

– Nabi Muhammad Rasulullah SAW

Keluarga 

Syekh Maulana Malik Ibrahim memiliki 3 isteri bernama:

1. Siti Fathimah binti Ali Nurul Alam Maulana Israil (Raja Champa Dinasti Azmatkhan 1), memiliki 2 anak, bernama: Maulana Moqfaroh dan Syarifah Sarah.

2. Siti Maryam binti Syaikh Subakir, memiliki 4 anak, yaitu: Abdullah, Ibrahim, Abdul Ghafur, dan Ahmad.

3. Wan Jamilah binti Ibrahim Zainuddin Al-Akbar Asmaraqandi, memiliki 2 anak yaitu: Abbas dan Yusuf.

Selanjutnya Sharifah Sarah binti Maulana Malik Ibrahim dinikahkan dengan Sayyid Fadhal Ali Murtadha [Sunan Santri/ Raden Santri] dan melahirkan dua putera yaitu Haji Utsman (Sunan Manyuran) dan Utsman Haji (Sunan Ngudung). Selanjutnya Sayyid Utsman Haji (Sunan Ngudung) berputera Sayyid Ja’far Shadiq [Sunan Kudus].

Sejarah Singkat 

Rizem Azid menuliskan dalam buku Sejarah Islam Nusantara, bahwa Sunan Gresik juga dikenal dengan julukan Syekh Maghribi atau Maulana Maghribi. Julukan lainnya adalah Sunan Tandhes, Sunan Raja Wali, Wali Quthub, Mursyidur Aulia’ Wali Sanga, Sayyidul Auliya Wali Sanga, Ki Ageng Bantal, dan Maulana Makhdum Ibrahim I.

Karena dianggap sebagai wali pertama yang datang ke Jawa, maka Sunan Gresik dipandang sebagai wali paling senior di antara walisongo yang lainnya. Menurut sumber lisan dan cerita rakyat, beliau datang ke Nusantara dan mulai menyiarkan agama Islam dengan mendirikan masjid di Desa Pasucinan, Kecamatan Manyak.

Sunan Gresik dikenal sebagai orang yang lemah lembut, welas asih, dan ramah tamah kepada semua orang, baik sesama Muslim atau nonMuslim.

Kala itu, Raja Majapahit meskipun tidak masuk Islam tetapi menerimanya dengan baik, bahkan memberikannya sebidang tanah di pinggiran kota Gresik. Wilayah itulah yang sekarang dikenal dengan nama desa Gapura.

Media Dakwah

Sunan Gresik menyebarkan agama Islam melalui bidang perdagangan dan pendidikan. Beliau pertama berdakwah melalui perdagangan, supaya masyarakat tidak kaget dengan ajaran Islam. Selain itu, Sunan Gresik juga melakukan dakwah melalui bertani.

Sebagai seorang yang ahli dalam bidang pertanian dan irigasi. Sunan Gresik berhasil membangun sebuah bendungan dan membuka lahan pertanian. “Dengan sistem yang tertata dan pengairan yang intensif, panen padi bisa dilakukan dua kali dalam setahun, yang membuat masyarakat mulai menerima ajaran Islam secara perlahan.

Wafat

Sunan Gresik terus menerus berdakwah di Gresik hingga akhir hayatnya, yakni pada tahun 1419 Masehi. Beliau meninggal pada hari Senin, 12 Rabiul Awal 822 Masehi yang bertepatan dengan tanggal 8 April. Saat ini, makam Sunan Gresik terdapat di Kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur.

Komentar