Biografi Yon Koeswoyo dan Kisah Pejuangannya Menghidupkan Band Legendaris Koes Plus

Nasional93 Dilihat
YON KOESWOYO
Seniman
29 September 1940
s/d
5 Januari 2018

Biografi Yon Koeswoyo dan Kisah Pejuangannya Menghidupkan Band Legendaris Koes Plus

Biografi dan Kisah Yon Koeswoyo 

Membawa nama besar Koeswoyo, Yon Koeswoyo bersama saudaranya membentuk grup musik. Lewat band Koes Plus namanya kian melambung, bahkan ia menjadi pejuang Koe Plus hingga akhir hayatnya.
Koesyono Koeswoyo atau yang lebih dikenal dengan nama panggungnya Yon Koeswoyo adalah salah satu anggota dari grup musik legendaris Koes Plus.
Pria yang kerap disapa Yon ini terlahir di kota Tuban, Jawa Timur pada 27 September 1940. Yon merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara dari pasangan Raden Koeswoyo dan Rr. Atmini.
Yon lahir dan dibesarkan di Tuban sampai pada tahun 1952, ia dan keluarganya pindah ke Jakarta mengikuti mutasi ayahnya yang berkarier hingga pensiun sebagai pegawai di Kementrian Dalam Negeri.
Pendidikan terakhir yang ditempuh oleh Yon adalah Universitas Res Publica (sekarang Universitas Trisakti), mengambil jurusan arsitektur di tahun 1965, namun tidak selesai meskipun ia telah mencapai tingkat terakhir.
Dibandingkan anggota Koes Plus lainnya, Yon diketahui sebagai seseorang yang telat menikah. Hal ini ia pernah curahkan dalam lagu yang berjudul Hidup Yang Sepi. Setelah banyak melalui kisah percintaan yang tidak berakhir di pelaminan, Yon akhirnya menikahi Damiana Susi, seorang wanita asal Yogyakarta.
Mereka dikaruniai dua orang anak dari hasil pernikahannya, Ulung Gariyas atau Gerry Koeswoyo dan Otmar Veda atau David Koeswoyo. Namun sayang, pernikahannya dengan Damiana Susi harus kandas.
Tahun 1993, Yon kemudian menikah lagi dengan seorang wanita bernama Bonita Angelia dan dikaruniai dua orang anak, Bela Aron Koeswoyo dan Kenas Koeswoyo.
Mengawali kariernya di dunia musik tahun 1958, Yon bersama adik kandungnya, Yok Koeswoyo dilatih sebagai penyanyi dengan kakak kandung mereka, Tonny Koeswoyo.
Karier Yon dan saudara-saudara kandungnya berada di titik terang saat mereka bertemu Irama Record milik mantan komodor Angkatan Udara Sujoso Karsono dan supervisor musisi legendaris Jack Lesmana.
Pada saat itu Yon dan saudara-saudaranya ditantang untuk menciptakan lagu sendiri, rekaman pertama mereka terjadi di tahun 1962.
Tak lama kemudian terbentuklah grup musik bernama Koes Brothers/Koes Bros dengan anggota Yon, Tonny, John, Yok, Jan Mintaraga dan Iskandar yang mengisi sementara sebagai drum karena saudara Yon, Nomo belum terlalu mahir memainkan drum.
Setelah lagu-lagu ciptaan Tonny direkam, nama Koes Brothers diganti menjadi Koes Bersaudara, namun setelah itu, John hengkang karena sibuk dengan pekerjaannya, menyisakan Tonny pada gitar melodi, Nomo pada drum, Yon pada gitar pengiring, dan Yok pada bass.
Lagu-lagu Koes Bersaudara terpengaruh oleh grup musik mancanegara pada saat itu, Everly Brothers dan The Beatles. Dikarenakan lagu mereka yang kebarat-baratan dan dianggap mengajarkan norma buruk, Yon dan saudara-saudaranya masuk bui pada tahun 1965 pada masa Presiden Soekarno.
Setelah bebas, mereka mulai melanjutkan rekaman album berikutnya To The So Called Guilties di Dimita Records pada tahun 1967. Setelah Nomo keluar, Kasmuri atau Murry menggantikannya di posisi drumer.
Dikarenakan Nomo yang hengkang, dan digantikan Murry, nama Koes Bersaudara diganti menjadi Koes Plus, dengan anggota Yon sebagai vokalis dan gitar, Yok sebagai vokal dan bass, Murry sebagai drum.
Tahun 1970, karier mereka melejit dan albumnya terjual laris di kalangan penikmat musik Indonesia, nama Koes Plus pun terkenal dengan lagu-lagunya seperti Manis dan Sayang dan Cintamu Telah Berlalu. Bersama Koes Plus, Yon merilis 24 album.
Meskipun di era 70-an, Koes Plus sangat tenar, mereka pun sempat vakum di tahun 1980. Selama vakum, Yon sempat merilis album solo di tahun 1981 berjudul Lantaran yang juga mendapat sambutan baik dari penikmat musik.
Pada tahun 1993, Koes Plus kembali menggebrak dunia musik Indonesia, pada saat itu Yon adalah satu-satunya keturunan Koeswoyo yang masih bertahan di dalam Koes Plus, maka dari itulah ia disebut pejuang Koes Plus.
Pada tahun 2016, Yon jatuh sakit, mengidap infeksi paru-paru dan juga penyakit jantung. Ia dirawat selama tiga minggu, setelah keluar dari rumah sakit, ia kembali menggelar konser Koes Plus.
Yon terus manggung demi mendapatkan biaya untuk berobatnya. Tak lama kemudian kabar duka menyelimuti dunia seni musik, Yon dikabarkan meninggal, setelah keluar masuk rumah sakit, pada Jumat, 5 Januari 2018, di usia 77 tahun.

KELUARGA

Orangtua : Raden Koesyowo dan Rr. Atmini
Istri : Damiana Susi (cerai)
           Bonita Angelia
Anak : Gerry Koeswoyo, David Koeswoyo, Bela Aron Koeswoyo, Kenas Koeswoyo

Saudara kandung :

Koesdjono (Jon alias John Koeswoyo).
Koesdini (Dien, perempuan).
Koestono (Ton alias Tonny Koeswoyo).
Koesnomo (Nom alias Nomo Koeswoyo).
Koesyono (Yon alias Yon Koeswoyo).
Koesroyo (Yok alias Yok Koeswoyo).
Koestami (Miyi – perempuan).
Koesmiani (Ninuk ~ perempuan).

KARIER

Diskografi Koes Plus

Andaikan Kau Datang (1970)
Kisah Sedih Dihari Minggu (1970)
Kolam Susu (1973)
Why Do You Love Me
Bujangan (1974)
Bis Sekolah
Buat Apa Susah (1973)
Kapan-Kapan (1974)
Diana (1973)
Manis Dan Sayang (1969)
Hidup Yang Sepi (1970)
Mawar Bunga
Muda-Mudi (1973)
Jemu
Kembali Ke Jakarta (1969)
Tul Jaenak (2015)
Nusantara (1973)
Cintamu Telah Berlalu (1969)
Cinta Mulia
Tak Usah Kau Sesali (2015)
Cubit-Cubitan
Pagi Yang Indah (2011)
Hatiku Beku (1973)
Bunga Ditepi Jalan (1978)
Derita (1969)
Tiba Tiba Ku Menangis (1978)
Ayah
Doa Suciku (1978)
Berjumpa Lagi (1979)
Mari Berjoget
Awan Hitam (1969)
Kembali (2014)

Solo Album

Lantaran (1981)
Song Porong (2008)

Lagu

Senandung Malam
Jakarta
Tuan-Tuan
Kota Sunyi
Kesan

Komentar