Kisah Pahlawan Nasional, The Harmony of Ismail Marzuki

Nasional108 Dilihat
Ismail Marzuki merupakan seorang musisi. Dia adalah pahlawan nasional berasal dari daerah Betawi dan berjuang mewujudkan Integrasi Bangsa dan Negara Indonesia melalui Seni dan Sastra

Kisah Pahlawan Nasional, The Harmony of Ismail Marzuki 

Lahir: 11 Mei 1914 Kwitang, Senen, Batavia, Hindia Belanda

Meninggal: 25 Mei 1958 (umur 44) Jakarta, Indonesia

Pekerjaan: Musisi, penulis lagu

Tahun aktif: 1931—1958 Karier musik

Asal: Jakarta, Indonesia

Genre: Keroncong, musik klasik, mars perjuangan, musik tradisional

Karya Lagu

Panon Hideung

Di Ambang Sore

Aryati

Gugur Bunga

Melati di Tapal Batas (1947)

Wanita

Rayuan Pulau Kelapa

Sepasang Mata Bola (1946)

Bandung Selatan di Waktu Malam (1948)

O Sarinah (1931)

Keroncong Serenata

Ibu Pertiwi

Kasim Baba

Hari Lebaran

Halo, Halo Bandung

Bandaneira

Lenggang Bandung

Sampul Surat

Karangan Bunga dari Selatan

Selamat Datang Pahlawan Muda (1949)

Juwita Malam

Sabda Alam

Roselani

Rindu Lukisan

Indonesia Pusaka

Riwayat 

Ismail Marzuki yang lahir tanggal 11 Mei tahun 1914 dari keluarga Betawi, Beliau merupakan seorang komponis besar Indonesia memulai debutnya di bidang musik pada usia 17 tahun ketika untuk pertama kalinya ia berhasil mengarang lagu O Sarinah pada tahun 1931.

Pada tahun 1940-an Ismail Marzuki menikah dengan list Juraidah seorang Primadona dari klub musik yang ada di Bandung dimana Ismail Marzuki juga tergabung didalamnya pasangan ini kemudian mengadopsi keponakan list, Ismail Marzuki turut aktif siaran musik di RI dan menjadi pemimpin orkestra di Yogyakarta pada saat itu ia menciptakan lagu pemilu.

Dengarkan pertama kali dalam Pemilu 1955 lagu ciptaan karya Ismail Marzuki yang paling populer adalah “Rayuan pulau kelapa” yang digunakan sebagai lagu penutup akhir siaran oleh stasiun TVRI. Pada masa pemerintahan orde baru Ismail Marzuki meninggal tanggal 20 Mei tahun 1958 pada umur 44 tahun di kediamannya kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat karena penyakit paru-paru Ismail Marzuki mendapat penghormatan pada tahun 1968 dengan dibukanya Taman Ismail Marzuki pada 2004 dia dinobatkan menjadi salah seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia. 

Komentar