Biografi Indro Warkop: Dari Penyiar Hingga Legenda Komedian Indonesia

Nasional97 Dilihat
Indro Warkop
Seniman & Komedian Legendaris Indonesia
8 Mei 1958

Biografi Indro Warkop: Dari Penyiar Hingga Legenda Komedian Indonesia

Biografi

Mengawali kariernya sebagai penyiar Radio Prambors mengantarkannya ke panggung hiburan. Indro CS membentuk grup lawak Warkop DKI dan namanya melambung lewat aksi-aksi konyolnya di layar lebar.
Lewat aksi lucunya bersama Dono dan Kasino dalam grup lawak Warkop DKI, pemilik nama lengkap Indrodjojo Kusumonegoro ini pun melegenda sebagai salah satu komedian luar biasa di belantika hiburan Indonesia.
Hingga saat ini, film Warkop DKI tercatat sudah rilis lebih dari 30 judul. Bahkan, polah kocak Dono, Kasino, dan Indro telah di-reload dalam film anyar Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Bagian pertama film ini rilis tahun 2016 dan Part II rilis tahun 2017.
Pria yang kerap disapa Indro ini lahir di Purbalingga, Jawa Tengah pada 8 Mei 1958. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila ini mengawali kariernya sebagai penyiar acara Obrolan Santai di Warung Kopi yang mengudara pukul setengah 9 malam di radio Prambors bersama Dono, Kasino, Nanu, dan Rudy Badil.
Bersama keempat rekannya tersebut, Indro membentuk grup lawak Warkop Prambors. Mereka tampil perdana pada acara perpisahan SMA IX di Hotel Indonesia tahun 1976 dan mendapat bayaran 20 ribu rupiah. Eksistensi mereka pun semakin menanjak.
Sayangnya, Rudy Badil sering mengalami demam panggung yang sulit diatasi. Oleh karena itu, Rudi Badil pun memutuskan keluar. Kiprah Warkop Prambors berlanjut sampai ke rekaman kaset dan film. Mereka mampu menciptakan lawakan lucu dengan musik jenaka yang berbeda daripada yang lain. Film pertama yang diperankan oleh Warkop Prambors yaitu Mana Tahaaan… yang rilis tahun 1979.
Kesuksesan film yang juga dibintangi Rahayu Effendi, Kusno Sudjarwadi, dan Elvie Sukaesih ini pun membuat Warkop Prambors kebanjiran tawaran film.
Namun sayang, Nanu pun memutuskan keluar. Mereka pun tinggal sisa bertiga dan tetap melanjutkan kiprah Warkop seperti biasa. Warkop Prambors pun berganti nama menjadi Warkop DKI yang diambil dari nama Dono, Kasino, dan Indro.
Keputusan ini dipilih karena selama ini mereka memakai nama pihak lain sehingga harus mengirim royalti ke pihak Prambors.
Indro pun besar bersama Warkop DKI yang dipimpin oleh Kasino. Tercatat banyak film yang telah mereka bintangi, beberapa di antaranya IQ Jongkok (1981), Setan Kredit (1982), Dongkrak Antik (1983), Maju Kena Mundur Kena (1983), , Salah Masuk (1992), Bebas Aturan Main (1993), dan Pencet Sana Pencet Sini (1994).
Sayangnya film-film mereka sulit tayang di luar negeri karena bermasalah dengan hak cipta. Ada beberapa musik latar yang tidak orisinil salah satunya adalah karya musik karya komponis Henry Mancini.
Sukses dengan filmnya, Indro dan kawan-kawan pun membuat sinetron komedi Warkop DKI yang digarap Soraya Intercine Films. Selain Dono, Kasino, dan Indro, sinetron komedi tersebut juga didukung oleh Karina Suwandi dan Roweina Umboh.
Namun, belakangan Kasino mulai jarang terlihat dalam sinetron tersebut karena sakit. Ia sempat beberapa kali tampil dengan menggunakan wig karena kebotakan permanen setelah operasi batok kepala. Kasino pun wafat di tahun 1997 karena kanker otak.
Selepas meninggalnya Kasino, Indro dan Dono tetap melanjutkan sinetron Warkop DKI hingga tahun 2000-an. Namun, hal pilu lagi-lagi menghantam Warkop DKI. Pada akhir 2001, Dono pun berpulang karena penyakit sesak napas yang sebetulnya telah lama diderita. Suami Nita Octobijanthy ini pun hanya seorang diri.
Sejak itu, grup Warkop DKI terlihat vakum. Secara perlahan, Indro mulai bangkit untuk berkarya kembali. Ia kembali tampil di layar lebar pada usianya 53 tahun dalam film Semesta Mendukung yang rilis pada 2011 di bioskop-bioskop tanah air.
Pada tahun yang sama, ia juga didapuk sebagai juri tetap ajang pencarian bakat Stand Up Comedy Indonesia yang terkenal dengan jargon “Kompor Gas!” tayang di Kompas TV. Selain itu, penggemar motor gede Harley Davidson ini sering hadir sebagai bintang tamu berbagai acara komedi dan berperan dalam Sitkom NETO “Naik Enak Turun Ogah” di tahun 2012.
Pria berkumis ini juga ikut berperan bersama para komika jebolan Stand Up Comedy Indonesia di film sekuel Comic 8 yang memiliki 3 seri yaitu Comic 8 (2014), Comic 8: Casino Kings part 1 (2015), dan Comic 8: Casino Kings part 2 (2016).
Meski Warkop DKI hanya menyisakan Indro seorang, namun eksistensinya masih dikenang hingga sekarang. Di tahun 2016, Warkop DKI versi baru ditayangkan kembali di ANTV bersamaan dengan diluncurkannya film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 yang diadaptasi dari film-film Warkop DKI di masa lampau.
Indro pun turut berperan di dalam film tersebut sebagai dirinya sendiri yang datang dari masa depan. Sedangkan peran trio Dono, Kasino, dan Indro dalam film tersebut diperankan oleh Abimana Aryasatya, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro.
Sukses di pasaran, pada tahun 2017, Indro kembali berperan dalam film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part II. Konsistensi Indro dalam dunia lawak menempatkan posisinya sebagai salah satu legenda lawak Indonesia yang terus berkarya di usia tuanya. (AC/DN) (Photo: VIVA.co.id/MAW)

KELUARGA

Orang Tua : Umar Chatab (ayah)
Istri : Nita Octobijanthy
Anak : Handika Indrajanthy Putri
             Satya Paramita Hada Dwinita
             Harleyano Triandro

PENDIDIKAN

Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila, Jakarta

KARIER

Penyiar Radio Prambors (1977-1980)
Pimpinan PASKI (Persatuan Seniman Komedi Indonesia)
Filmografi

Bersama Warkop

Mana Tahaaan… (1979)
Gengsi Dong (1980)
GeEr – Gede Rasa (1980)
Pintar Pintar Bodoh (1980)
Manusia 6.000.000 Dollar (1981)
IQ Jongkok (1981)
Setan Kredit (1982)
Chips (1982)
Dongkrak Antik (1983)
Maju Kena Mundur Kena (1983)
Pokoknya Beres (1983)
Tahu Diri Dong (1984)
Itu Bisa Diatur (1984)
Kesempatan Dalam Kesempitan (1985)
Gantian Dong (1985)
Sama Juga Bohong (1986)
Atas Boleh Bawah Boleh (1986)
Depan Bisa Belakang Bisa (1986)
Makin Lama Makin Asyik (1987)
Saya Suka Kamu Punya (1987)
Jodoh Boleh Diatur (1988)
Malu-Malu Mau (1988)
Godain Kita Dong (1989)
Sabar Dulu Doong…! (1989)
Mana Bisa Tahan (1990)
Lupa Aturan Main (1991)
Sudah Pasti Tahan (1991)
Bisa Naik Bisa Turun (1992)
Masuk Kena Keluar Kena (1992)
Salah Masuk (1992)
Bagi-Bagi Dong (1993)
Bebas Aturan Main (1993)
Saya Duluan Dong (1994)
Pencet Sana Pencet Sini (1994)

Film Lain

Semesta Mendukung (2011)
Sule, Ay Need You (2012)
Comic 8 (2014)
Crush (2014)
Comic 8: Casino Kings part 1 (2015)
Komedi Moderen Gokil (2015)
Comic 8: Casino Kings part 2 (2016)
Komedi Gokil 2 (2016)
Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016)

Komentar